Berita:

SPONSOR UTAMA PRAGITA:

Cara Bernafas Saat Nyinden

Cara Bernafas Saat Nyinden - Salah satu bentuk upaya melestarikan budaya warisan leluhur selain merupakan bagian dari pengembangan diri adalah belajar menjadi sinden. Belajar nyinden berarti kita belajar untuk menjadi penyanyi tembang berbahasa Jawa.

Cara Bernafas Saat Nyinden
Cara Bernafas Saat Nyinden
Dan agar mampu menjadi pesinden profesional, maka pesinden harus terus belajar dan tidak pernah bosan mengasah skill menyanyi tembang Jawa tersebut.

Bicara nyinden, istilah ini digunakan juga untuk penyanti tembang Jawa Barat alias Sunda. Biasanya istilah menyanyi dikenal dengan ngahaleuang. Dan untuk tatar Sunda, pesinden yang cukup populer di antara beberapa pesinden legendaris adalah Nining Meida. Di dalam halaman Facebook-nya, Nining Meida menulis tentang teknik olah vokal. Berikut uraiannya.

Cara Bernafas Saat Nyinden

Menyanyi (Nyinden) hari ini taksekadar dijadikan hobi atau kerja amatiran saja. Dengan terbukanya media informasi dan hiburan di media massa serta elektronik (radio-radio maupun televisi ditambah lagi dengan adanya YouTube) maka profesi Nyinden peluangnya semakin terbuka lebar.

Untuk menjadi seorang penyanyi (pesinden), tidak bisa lepas dari teknik berlatih mengolah vokal. Perhatikan urain berikut.

Teknik Olah Vokal

Teknik-teknik olah vokal yang dapat dicoda untu diaplikasikan, antara lain:
  • Belajar artikulasi, artinya belajar untuk mampu mengucapkan kata dengan jelas dan benar.
  • Belajar pernapasan, di dalam olah vokal teknik ini menjadi sebuah rutinitas. Caranya, kita coba untuk menghirup udara lalu disimpan kemudian dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan. Pernapasan terdiri dari tiga bentuk yaitu; pernapasan perut, pernapasan dada serta pernapasan diafragma (latihan ini dapat dilakukan setiap latihan olah ngahaleuang).
  • Kekuatan dalam olah vokal berhubungan dengan pernapasan. Jika pernapasan bisa dilakukan dengan bagus, baik, dan benar maka kekuatan dalam mengeluarkan suara akan bisa dilakukan. 
Perlu diingat: Kekuatan dalam suara bukan dengan cara berteriak sekeras-kerasnya.

Latihan Olah Vokal

Supaya 3 poin di atas mampu dicapai dengan sempurna, maka perlu sekali berlatih dengan benar. Maksudnya, latihan dilakukan sebelum melakukan olah vokal.

Sebelum masuk ke teknik vokal, kita harus membiasakan melakukan pemanasan. Biasanya, pemanasan dengan menggerakkan anggota badan dari kepala sampai kaki.

Teknik pemanasan ini bertujuan supaya tubuh kian lentur sehingga dampakanya menjadi positif atau bermanfaat bagi penyanyi (saat di panggung kondisi tubuh tetap terjaga).

Usai melakukan olah tubuh, langkah selanjutnya adalah melemaskan badan. Usahakan se-relax mungkin. Saat melakukan relaksasi, cobalah untuk melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Bernapasan dengan tubuh yang rileks, caranya memposisikan badan dengan duduk tegak lalu kaki disilangkan. Kemudian tutup mata selanjutnya tarik napas perlahan-lahan, kemudian hembuskan pelan-pelan. Lakukan langkah pertama ini sebanyak 10 x.
  • Tetap dengan posisi pertama, hanya saja, dalam menarik napas perlahan-lahan tidak boleh dikeluarkan langsung. Tapi coba ditahan sampai sepuluh detik baru dikeluarkan perlahan-lahan. Lakukan sebanyak 10 x.
  • Saatnya melakukan olah vokal dimulai dengan latihan pernapasan. Di saat mengeluarkan napas, cobalah mengeluarkan atau lafalkan bunyi huruf vokal A-I-U-E-O dengan bergantian.

Teknik Pernapasan dan Artikulasi

  • Pernapasan Perut. Lakukan cara pernapasan (seperti di atas), tahan napas di perut beberapa detik saja lalu keluarkan huruf vokal A-I-U-E-O.
  • Pernapasan Dada. Lakukan cara pernapasan ini dengan menahan napas di dada beberapa detik dan keluarkan huruf vokal A-I-U-E-O.
  • Pernapasan Diafragma. Lakukan cara pernapasan ini dengan menahan napas di diafragma beberapa detik lalu keluarkan huruf vokal A-I-U-E-O. Pernapasan diafragma ini sangat cocok dipakai guna mengeluarkan suara yang panjang dan melengking.
  • Artikulasi. Lakukan teknik pernapasan ini dengan sedikit berbeda. Vokal yang dikeluarkan adalah huruf vokal yang diulang-ulang. Misalnya: ku-ku-ka-ki-ka-ke-ku-ke-ko yang diucapkan secara berkali-kali tanpa ada jeda. Lakukanlah dengan dibarengi teknik pernapasan.
Itulah sedikit uraian tentang artikel Cara Bernafas Saat Nyinden. Semoga berguna bagi pembaca yang tengah berusaha berlatih ngahaleuang atau bernyanyi Jawa/Sunda. Selamat berlatih! [w1/5]