Mengatur Pernafasan di Saat Push Up

Kiat Sukses dalam Mengikuti Ujian / Test Masuk Secata / Secaba TNI AD - 
Tulisan ini dibuat untuk semua pembaca yang ingin sukses dalam mengikuti ujian/test masuk secata/secaba TNI AD. Saran terbaik, persiapan wajib dilakukan selama 1 tahun, pada saat masuk kelas tiga SMA, minimal 6 bulan.

Mengatur Pernafasan di Saat Push Up

Beberapa hal penting yang harus dipersiapkan dengan matang tersebut, antara lain kualitas kesehatan serta kemampuan fisik dan mental yang harus dimiliki atau dicapai pada saat menghadapi ujian nanti.

[1] Kualitas kesehatan.
Lakukan segera general check up di rumah sakit militer terdekat yang membuka poliklinik untuk umum. Beberapa hal penting yang harus diketahui saat check up antara lain:
  • Tekanan darah, idealnya 120/80,
  • Detik jantung, idealnya 60 - 90 per menit,
  • HB darah, idealnya 14 - 16/gr,
  • Gula darah normal,
  • Kolesterol normal
  • Hasil rontgen paru paru baik atau normal; 
  • Gigi sehat alias tidak ada yang bolong; 
  • Tidak menderita ambeien atau wasir; 
  • Tidak menderita varikokel (pembengkakan pada pembuluh vena di dalam kantong zakar atau skrotum),
  • Tidak menderita pembengkakan pada pembuluh darah balik pada betis kaki,
  • Jantung sehat; 
  • Mata normal, 
  • Tidak buta warna.
Lakukanlah penyembuhan atau perbaikan bila ada yang belum ideal menurut dokter militer.

[2] Kemampuan fisik / fitness harus di atas rata rata kemampuan calon lain:
Karena itu lakukan beberapa latihan berikut ini:
Tes jasmani:
  • Lari 12 menit minimal 6 kali putaran stadion sepak bola(7 x 400 meter). Saat lari, sebaiknya Anda mengurangi minum. Tujuannya guna menghindari kembung atau sakit perut.
  • Pull Up/Restok sebanyak 8 kali. Sebaiknya Anda melakukan persiapan agar pergelangan tangan dan lengan menjadi lemas.
  • Set Up sebanyak 30 kali. Sebaiknya tidak menganggap enteng bahwa set up itu mudah. Karena perlu diperhatikan agar tidak menarik otot perut Anda.
  • Sprint selama kurang dari 20 detik. Tips saat melakukan sprint; kurangi kecepatan saat menuju putaran serta tidak boleh salah putar.
  • Push Up mininal 30 kali. 

Mengatur Pernafasan di Saat Push Up

Aturlah pernafasan Anda di saat naik mengangkat badan, lalu keluarkan nafas di saat turun.
Mengatur Pernafasan di Saat Push Up

Mengatur Pernafasan di Saat Push Up

[3] Persiapan tes MI (mental idiologi) wawancara
Tes tertulis
  • Penting bagi Anda untuk menghafalkan lagu Indonesia Raya. Pancasila dan sejarah Indonesia.
  • Sebaiknya Anda menghafalkan semua hal di waktu tes tertulis. Pasalnya, ini akan berguna saat tes wawancara.
Tes wawancara.
  • Siapkan mental Anda.
  • Hafal lagu Indonesia Raya, Pancasila dan lain-lain.
  • Percaya diri, dan yang takkalah penting ...
  • Jangan gugup 
[4] Kondisi kejiwaan untuk menghadapi psikotes
Bulatkan tekad dengan memperkokoh dengan niat ingin menjadi prajurit pejuang yang profesional, bersedia mengorbankan jiwa dan raga guna kepentingan bangsa dan negara, tanamkan terus menerus dalam hati bahwa Anda siap mati untuk kepentingan bangsa.

Setelah cinta Allah, selanjutnya bukan cinta pasangan Anda, bukan pula kedua orangtua tapi demi kejayaan bangsa dan negara.

Tanamkan semua itu secara terus-menerus sampai betul-betul merasuk dalam hati sanubari dan alam bawah sadar Anda.

Buang semua masalah dan kepentingan pribadi yang senantiasa  membelenggu diri anda selama ini; masalah dengan pacar, dengan teman, dengan orang tua serta dengan siapapun. Anda harus melupakan itu semua.

Biarkan jiwa Anda lepas bebas memenuhi impian dan jati diri Anda yang sejati dengan cara mengabdi kepada Allah SWT melalui kehidupan militer..
Kiat Sukses dalam Mengikuti Ujian / Test Masuk Secata / Secaba TNI AD
Jangan lupa untuk membaca sejarah perjuangan para pahlawan seperti; Jendral Sudirman dan lain-lain. Biarkan semangat para pahlawan merasuk ke dalam hati sanubari.

Anda pun sebaiknya melatih diri menggambar; gambar pohon, gambar orang dan kombinasi keduanya; orang, pohon dan rumah yang harmonis. Pelajari dan yakinkan diri dengan prinsip Do the best, God takes the rest.

[5] Last but not least, kemungkinan peluang lulus ujian atau saringan hanyalah 1% saja! 
Artinya Anda harus menyingkirkan 100 orang pelamar lainnya. Untuk itu Anda harus memiliki nilai tambah diri alias keunggulan lain yang sangat tinggi. Karena kalau pas-pasan sangat tidak mungkin bisa bersaing dan akan langsung tersingkir.

Selanjutnya Anda jangan terpengaruh oleh budaya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang bisa saja mendekati Anda. Untuk itu Anda supaya tetap fokus dan tidak goyah.

Abaikan kelakuan buruk mereka, jangan terpengaruh atau malah ikut-ikutan! Siapapun yang berbuat jahat/licik/suap/KKN dan sejenisnya pasti akan mendapat hukuman yang setimpal oleh Tuhan kelak.

Saya melihat dengan persis, ada yang celaka saat latihan, ada yang ditembak anak buahnya pada saat tugas tempur, ada yang dipecat dari militer dan masih banyak lagi 'hukuman setimpal' di dunia.

Yakinlah dengan pepatah, “Tangan mencencang bahu memikul.”, ”Siapa menebar angin akan menuai badai.”

Semua akan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan. Sangat disayangkan, bila Anda sudah susah payah melakukan persiapan, lalu terjerat praktek KKN.

Anda harus ingat, nanti di kemudian hari setelah bertugas sebagai perwira, Anda akan dimintai pertanggungjawaban oleh Tuhan.

Takheran bila kita menjumpai jamak dari perwira TNI beserta keluarganya yang terlibat berbagai aib yang memalukan di kemudian hari! Itulah balasan Tuhan.

Semoga tulisan ini mampu  membantu anda walau hanya sedikit. Karna penulis juga pernah ikut seleksi.namun sayang, penulis harus berhenti di tengah jalan dan mungkin rejeki penulis bukan di militer.

Ini benar-benar yang terakhir ... Semoga apa yang pembaca cita-citakan dapat menjadi kenyataan. Jangan lupa untuk berdoa dan meminta restu dari orangtua. Chayooo! []

sumber disunting sehingga mengalami perubahan: https://www.facebook.com/PrajuritTentaraNasionalIndonesia/posts/589597187780316
Diberdayakan oleh Blogger.