M. Rizqy Fauzan - Penemu Alat Penghitung Ikan Otomatis di Android

Siapa sih M. Rizqy Fauzan - Penemu Alat Penghitung Ikan Otomatis di Android? Pembaca sila perhatikan uraian berikut ini.

Automatic fish counter adalah penghitung ikan otomatis yang diikutsertakan dalam lomba bidang perikanan dan kelautan berskala internasional, Fish Hackathon 2016. 

Dengan membawakan materi inovasi alat sensor dan aplikasi pengukur ikan yang bisa dimanfaatkan oleh nelayan, M. Rizqy Fauzan ketiga rekannya berhasil menjadi juara dalam ajang lomba sains dan teknologi.

Aplikasi Android yang sudah menjuarai lomba fish hackathon 2016 tersebut dapat meringankan beban para nelayan, khususnya dalam menghitung ikan hasil tangkapan saat di laut lepas. Jumlah ikan langsung tercatat di dalam ponsel pintar ber-OS Android dan bisa dilaporkan jumlah total ikan tangkapannya langsung kepada pengepul di daratan. Sehingga nelayan tidak perlu kuatir ikan hasil tangkapannya dihargai terlalu murah (dimanipulasi atau dikelabui beratnya).

M. Rizqy Fauzan - Penemu Alat Penghitung Ikan Otomatis di Android
M. Rizqy Fauzan - Penemu Alat Penghitung Ikan Otomatis di Android 
Rahasia dari Aplikasi Android Penghitung Ikan Otomatis Hasil Tangkapan di Laut Lepas ini adalah sensor ultrasonik yang terpasang pada pemindai yang berperan sebagai pendeteksi spesifikasi ikan, mulai dari; jumlah dan ukuran dari ikan-ikan yang sudah tertangkap. Mekanismenya, ikan akan dilewatkan pada conveyor.

M. Rizqy Fauzan adalah siswa jurusan listrik SMK 26 Jakarta Timur. Ia orang termuda di dalam tim yang menjadi juara dalam ajang inovasi Fish Hackathon 2016.

Saat diwawancara dalam acara Bing Bang Show langsung oleh host-nya; Andy F. Noya, M. Rizqy Fauzan mengaku kalau dirinya baru lulus SMK (video diunggah ke YouTube pada 19 September 2016). Dan dirinya lebih memilih untuk bekerja, "(saya) akan mencari kerja dulu baru setelah itu melanjutkan kuliah sambil kerja," ujarnya.
Fish Hackathon adalah kompetisi inovasi kelautan berskala internasional yang sudah digelar sejak 2014. Kompetisi ini diselenggarakan secara serentak di 40 kota di seluruh dunia. Semua permasalahan ikan di seluruh dunia dikumpulkan pada ajang ini dan dicarikan solusinya. 
Salah satu kasus lomba yang dibidik oleh M. Rizqy Fauzan dalam lomba tersebut adalah pendataan ikan. Menurutnya, "Jadi setiap nelayan yang menangkap ikan dalam jumlah banyak atau pun sedikit, pemerintah atau pejabat di pelabuhan tidak tahu."

Maksudnya, orang-orang yang berhubungan dengan aktifitas nelayan ini tidak tahu jumlah ikan hasil tangkapan itu ada berapa, apakah besar atau kecil?

"Jadi saya berinovasi, bagaimana caranya masalah tersebut bisa diselesaikan dengan membuat automatic fish counter," tegas M. Rizqy Fauzan.

TAHUKAH ANDA? Automatic Fish Counter merupakan inovasi yang dikerjakan secara kolaborasi antara 4 orang jenius yang dimiliki Indonesia. Selain M. Rizqy Fauzan, dua orang lagi adalah M. Andung, Akhiyar Waladi dan Ardhi Maarik. Dan M. Rizqy Fauzan adalah yang termuda dalam tim ini.

Selaku host acara, Andy menambahkan kalau penemuan inovatif dari M. Rizqy Fauzan dan kawan-kawannya ini bisa menjadi pembasmi transaksi hasil tangkapan yang berlangsung di tengah laut.

"Bagaimana ikan-ikan perairan Indonesia dikuras lalu dijual pada kapal-kapal nelayan asing. Sementara orang di darat menunggu dan tidak mendapat apa-apa," imbuh Andy F. Noya

"Atau alasan efektifitas karena tidak perlu bolak-balik buang-buang solar, akibatnya ikan hasil tangkapan tidak terdata. Ikan apa saja yang diambil dan dijual." tambah Andy.

Syarat utama dari aplikasi Android penghitung ikan otomatis ini adalah sinyal dan jaringan. Tapi jangan salah di laut pun sudah ada sinyal dan jaringan internet atau telepon.

Tidak hanya mendata lebar, panjang serta jumlah ikan yang berhasil ditangkap, di masa yang akan datang aplikasi ini terus dikembangkan sehingga bisa mendata jenis ikan yang berhasil ditangkap oleh para nelayan saat di laut lepas.

Di mana alat penghitung ikan otomatis (automatic fish counter) ini ditempatkan?

Menurut rencananya, bila aplikasi ini bisa diwujudkan akan ditempatkan di dek kapal. Misalnya, ketika nelayan menjaring ikan - seperti ikan tuna. Lalu ikan diletakkan pada conveyor, selanjutnya ikan bergerak masuk ke dalam sensor. Kemudian di layar komputer atau di ponsel pintar Android akan muncul; lebar dan panjang ikan tuna yang ditangkap.

Cara Kerja Alatnya

Dalam alat tersebut ditanam mikro sensor berupa ultrasonik sebagai otak dari aplikasi tersebut. Pada dasarnya sensor ini berfungsi sebagai pemindai jarak. Tetapi walaupun hanya sekadar menghitung jarak, Rizqy membuat satu algoritma yang tidak hanya menghitung jarak bahkan bisa mendeteksi panjang serta lebar ikan hasil tangkapan para nelayan. Sehingga perspektifnya semakin luas, tidak saja menghitung sebuah ukuran saja.

Intinya dengan alat penghitung ikan otomatis ini setiap para nelayan akan memiliki keefektifan waktu. Pasalnya, alat ini akan memangkas waktu penjualan ikan menjadi lebih cepat. Sebelum ikan sampai di daratan, pengepul ikan sudah memiliki data spesifikasi ikan hasil tangkapan dengan cara dikirim via ponsel Android. Ikan dapat dijual sebelum tiba di penampungan dengan data yang lengkap. 

Terakhir, menyoal perairan atau kelautan Indonesia - walaupun 65%  wilayah NKRI ini adalah lautan, namun jumlah populasi nelayannya hanya 2 juta orang saja. Ini kurang dari 1% penduduk Indonesia. Bahkan jumlah terus menyusut serta kalah bersaing dengan para nelayan asing yang sarat dengan pembekalan teknologi kenelayanan. [w4/02]


Sumber: YouTube:


Diberdayakan oleh Blogger.