Berita:

SPONSOR UTAMA PRAGITA:

Hubungan Antara Napas dan Emosi

Pengobatan Barat yang sudah begitu moderen, rupanya 'kecolongan' sentuhan sederhana dari konsep dan teknik pernafasan. Padahal bernafas yang memiliki konsep sederhana tersebut mampu memberikan dampak yang sangat besar terhadap kesehatan manusia.

Apa itu? Yaitu bernapas. Tanpa melupakan jasa para penemu ilmu pengetahuan khususnya di bidang pernafasan yaitu para fisiologis Barat, secara detail artikel kali ini mengungkapkan alasan dan cara terjadinya proses yang luar biasa.
Pertama, penyimpangan kecil guna meninjau fisiologi pernapasan dan sistem saraf; sistem saraf autonomik. Pandangan medis Barat, sistem saraf autonomik merupakan pusat kendali bagi fungsi jasmaniah. Sistem saraf ini berisi sistem simpatetik dan parasimpatetik. Dua sistem ini bekerja saling berlawanan satu sama lain, seperti tombol saklar. Ketika sistem saraf simpatetik menyala, sistem parasimpatetik mati, dan begitu juga sebaliknya.

Apa yang dilakukan sistem simpatetik? Sistem saraf ini melakukan respon stres akut (fight or flight atau reaksi fisik tubuh terhadap ancaman dari luar).

Sistem simpatetik adalah sistem yang luar biasa dan terlibat dalam aktivitas fisik, berlari mengelilingi blok, berpikiran waspada, atau memusatkan perhatian secara fisik maupun mental. Sebagai contoh; mengirimkan darah dan impuls saraf pada otot ketika kita berlari. Dia meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan tingkat pernapasan—semua hal tersebut ditingkatkan untuk membantu kita lari mengelillingi blok. Dia menghambat pencernaan, relaksasi, tidur dan dapat menghambat fungsi seksual.

Apa yang dilakukan sistem parasimpatetik?
Sistem parasimpatetik berkaitan dengan aktivasi “fungsi vegetatif” (proses mandiri dan paling dasar di dalam tubuh) kita: pencernaan, tidur, relaksasi, dan aspek fungsi seksual tertentu. Di saat sistem ini tengah bekerja maka tekanan darah, detak jantung, dan tingkat pernapasan berkurang. Pemulihan alamiah tubuh dan mekanisme penyembuhan diri sendiri bertautan ketika terhubung dengan sistem parasimpatetik.

Bernapas lewat perut serta lewat dada memiliki dampak seketika terhadap kesehatan Anda. Bagaimana saat kita memulai untuk bernapas akan berhubungan erat dengan akibat seketika terhadap kesehatan kita. Apabila manusia bernapas lewat dada, tidak lewat perut maka sistem saraf simpatetik yang berperan.

Namun apabila manusia bernapas lewat perut, seperti yang diuraikan pada bagian 1 (BACA: DI SINI), sistem saraf parasimpatetik (parasympathetic nervous system) yang akan berperan. Dampak sistem saraf ini bersifat instan, memberikan sifat alami mekanisme fisiologis yang terlibat.

Hubungan Antara Napas dan Emosi
Terdapat hubungan antara cara manusia bernafas dengan emosinya. Serta gambaran kekuatan dan efek pernapasan singkat: bagaimana pernapasan dada dapat menyebabkan dan memperburuk suatu penyakit, dan bagaimana pernapasan perut dapat meningkatkan kesehatan.

Hubungan Antara Napas dan Emosi

Hubungan Antara Napas dan Emosi

Pernapasan dan emosi. mengambil istilah tubuh-pikiran, terdapat ilustrasi yang menggambarkan hubungan yang sangat dekat antara pikiran, perasaan, dan tubuh. Psikologis dan bagian tubuh sepenuhnya berkaitan. Tidak ada perbedaan diantara keduanya.

Kondisi emosional yang penuh tekanan, sering menyebabkan kita bernapas melalui dada dengan mengenyampingkan bernapas melalui perut. Hal ini akan menyalakan sistem saraf simpatetik dan mampu menyebabkan atau memperburuk semua masalah kesehatan yang kita miliki.

Bernapas melalui dada mampu memicu kondisi emosional akan ketakutan, kegelisahan, dan kemarahan dengan meningkat. Karena kondisi emosional mampu memberikan sinyal sehingga kita bernapas melalui dada yang akibatnya memberikan efek sakit pada kesehatan kita.

Masih berhubungan dengan pernapasan dada - supaya bernapas secara sempurna, pernapasan dada selalu dilibatkan. Dada seseorang akan mengembang dan meluas seiring dengan diisinya paru-paru.
Hal ini berguna khususnya jika kita melakukan aktivitas fisik yang berat dan terjadi secara natural dan spontan.

Namun perlu diwaspadai bahwa seseorang bernapas melalui perut, bukan melalui dada. Bagaimana pernapasan dada dapat menyebabkan dan memperburuk penyakit. Bernapas melalui dada sendiri dapat menyebabkan dan memperburuk penyakit. Sebab bernapas melalui dada melibatkan sistem saraf simpatetik, dia dapat menghambat fungsi pencernaan, menyebabkan atau memperburuk masalah kardiovaskular, dan mengakibatkan masalah tidur, istirahat, serta relaksasi.

Fakta yang terjadi selama ini, semua masalah kesehatan diperburuk akibat bernapas melalui dada: misalnya penyakit sistem peredaran seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner, kelainan pernapasan seperti asma, masalah perut dan pencernaan seperti radang lambung dan luka yang tidak bisa menutup, serta dignosis yang menantang hidup seperti kanker dan kondisi kronis lainnya yang oleh ilmu kedokteran Barat telah divonis tidak dapat disembuhkan.

Pencernaan menjadi tidak seimbang pun akibat pernapasan dada. Gerakan peristaltik (gerakan pada usus yang secara otomatis meremas dan melepaskan cengkeraman) secara langsung dihalangi oleh pernapasan dada. Karena makanan adalah ilmu kedokteran kita yang pertama, kita dapat mengerti efek yang sangat besar dan secara sistemik pada kesehatan tubuh dan pikiran kita. Belajar bernapas alami dapat meredakan masalah kesehatan.

Dengan mempelajari atau benar-benar belajar ulang bagaimana bernapas secara alami, melalui pernapasan perut dengan sengaja mempelajari kendali secara terus menerus sistem saraf mana yang ingin kita aktifkan.

Pernapasan perut akan menyalakan sistem parasimpatetik. Kita dapat meningkatkan kualitas tidur, pencernaan dan konsentrasi kita; meningkatkan relaksasi; membebaskan kondisi emosional yang tidak nyaman; meningkatkan fungsi kardiovaskular—segala masalah kesehatan yang kita miliki.

Kondisi parasimpatetik ini memungkinan adanya kondisi optimal dan kebutuhan untuk penyembuhan kesehatan sebab kondisi yang sepenuhnya istirahat dan relaks diperlukan untuk pemulihan dari segala penyakit.

Penjelasan bagaimana bernafas melalui perut dan menawarkan saran praktis mengadaptasi teknik sederhana dan kuat ini ke dalam kehidupan Anda sehari-hari.
Pernafasan perut. Anda dapat melatih pernafasan perut kapan pun, dimana pun, dan dalam posisi apapun — duduk, berdiri, atau berbaring. Mungkin paling mudah dilakukan saat di tempat tidur, saat bangun pagi, atau sebelum tidur. Bahkan dapat membantu dengan tidur. Latihan di saat-saat lain di sepanjang hari, saat sedang duduk, berdiri, maupun berjalan. Dimulai dengan menempatkan satu tangan di atas dada dan tangan lain di perut, di bawah pusar.

Langkah awal: lakukan dengan perlahan-lahan sambil mengamati nafas Anda. Bernafas melalui hidung, biarkan perut mengembang perlahan saat menarik nafas dan kempiskan saat membuangnya. Idealnya, perut akan mengembang dan mengempis, namun gerakan di dada minimal. Bernafaslah dengan lembut dan perlahan.

Perhatikan segala ketegangan dalam proses, saat menarik atau membuang nafas. Membuang nafas sedikit lebih lama daripada menarik nafas dapat membantu meredakan ketegangan.

Pedoman dari seorang yang berpengalaman juga membantu. Sistem penyembuhan pengobatan Cina dan Ayurveda menawarkan banyak perangkat praktis untuk mempelajari bagaimana bernafas secara alami seperti yang kita inginkan, misalnya: qigong, taichi, dan yoga. Sistem ini juga menawarkan teknik pernafasan yang lebih memajukan dan meningkatkan kesehatan kita.

Saran praktis: Jangan khawatir bila Anda tidak bernafas dengan benar. Tidak ada yang benar maupun salah. Hanya sadari bahwa metode dan teknik yang berbeda memiliki dampak yang berbeda pada tubuh-pikiran Anda. Dan perhatikan bagaimana Anda bernafas. Memperhatikan bagaimana Anda bernafas mungkin akan mengubah kondisi emosi. Hanya, mulailah menyadarinya. Jika Anda merasa gelisah, khawatir, takut, atau mengalami emosi yang tidak nyaman lain, bereksperimenlah dengan bernafas melalui perut.

Perhatikan bagaimana Anda bernafas selama melakukan aktivitas sehari-hari, dan eksperimen dengan pernafasan perut yang intensif jika Anda mulai bernafas melalui dada. Ambil keuntungan di saat-saat: menunggu komputer menyala, saat antri di kasir, saat menyetir, di bis atau kereta, amati dan eksperimen dengan nafas Anda. Bernafas melalui perut dapat membuat macet di jalan menjadi lebih menyenangkan jika Anda merasa tertantang di kemacetan jalan.

Pertimbangkan untuk menyempatkan diri Anda, bahkan hanya satu atau dua menit, untuk memperhatikan dan melatih pernafasan perut. Saran terakhir; perlakukan diri Anda dengan santai (lemah lembut). Jangan menghakimi diri sendiri. Beberapa pikiran akan mempengaruhi pernafasan, psikologis,  fisik, mental serta emosional manusia. [w2/02]

Referensi: https://www.facebook.com/BarisanRadenPapak/posts/223690814404805