Berita:

SPONSOR UTAMA PRAGITA:

Fungsi Bahasa Secara Umum

Fungsi Bahasa Secara Umum - Secara umum, fungsi bahasa merupakan alat komunikasi. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI); Bahasa adalah pengiriman dan penerimaan pesan antara dua atau lebih sehingga pesan yang dimaksudkan dapat dipahami (Moeliono, 2005: 517).

Bahasa sebagai media berinteraksi sesama manusia di dalam masyarakat, memiliki sifat sosial yaitu pemakaian bahasa digunakan oleh setiap lapisan masyarakat.

Bahasa bukan individual yang hanya dapat dipergunakan serta difahami oleh si pembicaranya (yang menuturkannya) saja namun penggunaan bahasa pun menjadi lebih tepat apabila antara pembicara dan lawan bicaranya saling memahami makna isi pembicaraan.

Fungsi Bahasa Secara Umum

Pemakaian bahasa di dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak pernah terlepas. Maksudnya, setiap orang di dalam bergaul di masyarakat sangat memerlukan bahasa dalam berkomunikasi.

Dengan bahasa, setiap individu mampu menyampaikan serta mengungkapkan ide, gagasan, pikiran, dan keinginan dalam menyampaikan pendapat dan informasi.

Di dalam komunikasi, bahasa bisa dibagi menjadi dua yaitu;
  • bahasa lisan dan 
  • bahasa tulis yang mengandung unsur; pembentuk bahasa, seperti; kosakata, frase, klausa, kalimat dan paragraf hingga membentuk wacana. Dari wacana tersebut bahasa mampu diungkapkan.
Dalam berkomunikasi sehari-hari, terutama dengan sesama sebayanya, remaja seringkali menggunakan bahasa spesifik yang kita kenal dengan bahasa gaul.

Di samping bukan merupakan bahasa yang baku, kata-kata dan istilah dari bahasa gaul ini terkadang hanya dimengerti oleh para remaja atau mereka yang kerap menggunakannya.

Fungsi Bahasa Secara Umum

Menurut Piaget (dalam Papalia, 2004) remaja memasuki tahap perkembangan kognitif yang disebut tahap formal operasional. Piaget menyatakan bahwa tahapan ini merupakan tahap tertinggi perkembangan kognitif manusia. Pada tahap ini individu mulai mengembangkan kapasitas abstraksinya.

Sejalan dengan perkembangan kognitifnya, perkembangan bahasa remaja mengalami peningkatan pesat. Kosakata remaja terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya referensi bacaan dengan topiktopik yang lebih kompleks.

Menurut Owen (dalam Papalia, 2004) remaja mulai peka dengan kata-kata yang memiliki makna ganda. Mereka menyukai penggunaan metaphor, ironi, dan bermain dengan kata-kata untuk mengekspresikan pendapat mereka. Terkadang mereka menciptakan ungkapan-ungkapan baru yang sifatnya tidak baku. Bahasa seperti inilah yang kemudian banyak dikenal dengan istilah bahasa gaul.

Fungsi Bahasa Secara Umum

Bahasa Indonesia yang digunakan di kalangan remaja, yang lebih dikenal dengan istilah ABG alias Anak Baru Gede Indonesia saat ini memang berbeda dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Bahasa ABG cenderung memilih ragam santai, tidak terlalu kaku. Ketidakbakuan tersebut tercermin dalam kosa kata, struktur kalimat dan intonasi, misalnya:


bilang digunakan untuk mengganti kata berkata 
dengarin digunakan untuk mengganti kata mendengarkan
ngomong digunakan untuk mengganti kata berbicara


---

serta banyak penggunaan kata dasar seperti:
membaca → baca
bermain → main
membeli →beli
membawa→bawa, dan lain-lain.
---

untuk menghindari pembentukan kata dengan afiksasi, digunakan proses
nasalisasi yang diiringi dengan penambahan akhiran –in, misalnya:
memperpanjang manjangin
memperkenalkankenalin
---

penghilangan huruf (fonem) awal
habis → abis
hitung → itung
hujan → ujan
saja → aja

---

penghilangan huruf “h” pada awal suku kata bentuk baku
tahu → tau
habis → abis
lihat → liat
hati → ati

---

pemendekan kata atau kontraksi dari dua kata yang berbeda
terima kasih → makasih
bagaimana → gimana
sebentar → entar, ntar, tar
ulang tahun → ultah
ini → nih

---

penggunaan istilah lain
cantik → kece
dia → do’i
bapak → bokap
ibu → nyokap
kaya → tajir

---

penggantian diftong au, ai dengan o dan e
kalau → kalo
sampai → sampe
pakai → pake
mau → mo

---

pengindonesiaan bahasa asing (inggris)
sorry → sori
trend → trendi
gank → geng
happy → hepi
Fungsi Bahasa Secara Umum
Karena bahasa remaja cenderung santai, bahasa ini tidak patut jika digunakan dalam situasi resmi. Namun demikian, dalam pergaulan sehari-hari bahasa ini sering dipakai.

Bagi sebagian besar orang Indonesia dapat dengan mudah mempelajari bahasa ini lewat sarana komunikasi yang ada baik media elektronik maupun media cetak tempat semua informasi atau peristiwa dapat tersebar luas dan cepat melalui media baik cetak dan elektronik.

Dalam pemyampaian informasi dengan bahasa, yang harus diperhatikan adalah jalur yang dipakai yaitu komunikasi lisan dan tertulis. Masing-masing jalur tersebut mempunyai aturan yang harus dilaksanakan komunikasi secara lisan dilaksanakan dengan menggunakan mulut sebagai alat ucap, komunikasi secara tertulis dilakukan dengan media lain.

Alat yang digunakan adalah alat-alat tulis. Media untuk menyampaikan informasi tertulis bisa melalui surat pribadi atau media cetak. Penyampaian informasi melalui media cetak seperti pada surat kabar harian memuat dari segala bidang kehidupan, lain halnya dengan majalah atau tabloid yang mengkhususkan diri pada bidang tertentu, topik yang diangkat pun akan berkisar pada bidang tertentu pula (segementasi).

Sama halnya dengan majalah remaja Gadis yang mengkhususkan (segmentasinya) seputar dunia remaja dan pekembangannya salah satunya dengan penggunaan bahasa yang kerap digunakan dan diucapkan tidak sesuai dengan kaidah baku bahasa indonesia atau yang sering disebut bahasa gaul.

Seperti diketahui bersama bahwa remaja mempunyai kecenderungan untuk menciptakan hal-hal baru dalam dunia pergaulan mereka, terlebih lagi dalam lingkup bahasa sebagai sarana komunikasi yang utama.

Bila dicermati lebih lanjut bahasa baru ini akan membawa pengaruh bagi perkembangan bahasa Indonesia baik positif maupun negatif. [w/3/02]