Berita:

SPONSOR UTAMA PRAGITA:

Mengatur Nafas Saat Melahirkan

Terdapat tujuan penting bagi wanita untuk Mengatur Nafas Saat Melahirkan, yaitu supaya tidak terjadi perobekan saat proses persalinan. Memang taksemua wanita yang mengalami proses persalinan apalagi untuk anak pertama mengalami robekan (pada jalan lahirnya), sehingga harus dijahit walau melahirkan dengan cara normal. 

Adapun bagi wanita yang proses melahairkannya harus dijahit sebab lubang V -nya robek merekalah yang kurang tenang, bayinya cukup besar dan lubang V -nya kaku. Tidak saja terjadi pada proses melahirkan untuk anak pertama, ke-2, ke-3 dst.,nya pun harus senanatiasa dijahit bila kondisinya seperti itu.

Bersyukurlah bagi para wanita yang melalui proses bersalin baik itu anak pertama atau selanjutnya, mendapati V -nya tanpa ada lecet sedikitpun, tidak kaku bahkan jalan lahirnya dengan keadaan yang lentur. Kondisi baik ini sangat mendukung untuk proses persalinan dambaan setiap ibu hamil.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan ibu hamil dalam upaya mendapatkan proses persalinan dengan baik tanpa kuatir terjadi perobekan di jalan lahirnya.
  1. Ibu hamil agar sering melakukan kegel dengan rutin, tujuannya agar lubang V lebih lentur dan lunak,
  2. Ibu hamil supaya sering berjongkok, tujuannya supaya pangkal paha, panggul dan bagian kewanitaan lebih terlatih,
  3. Agar bayi di dalam kandungan tidak terlalu besar
  4. Ibu hamil supaya sabar dan tidak keburu-buru saat mengejan pada saat proses persalinan berlangsung, tujuannya supaya kepala bayi bisa turun dengan tenang, pasti serta takmembuat robekan pada jalan lahir,
  5. Di saat persalinan, ibu hamil supaya tetap rileks, jangan tegang, lemparkan senyum serta agar melemaskan rahang mulut bagian bawah, pasalnya terdapat korelasi antara rahang bawah dengan miss V,
  6. Ini yang paling penting, di saat persalinan, ibu hamil tidak boleh mengangkat bokong/pantat ke kanan serta ke kiri, tetapi sebaiknya ibu hamil memposisikan diri dengan posisi tidur lurus. Dan agar tetap tenang dan terkendali, ingatkan penolong persalinan supaya terus menjaga posisi bokong/pantat dengan baik.
  7. Dan terakhir, bila si penolong bisa tenang dan sabar, dengan cara menahan perineum (bagian kewanitaan ibu hamil) dengan kuat serta terkendali, besar kemungkinan ibu hamil melalui proses persalinan tanpa mengalami robekan. Memang perlu keterampilan yang ekstra untuk melakukannya.
Dan berikut ini tips yang erat kaitannya dengan Mengatur Nafas Saat Melahirkan, agar robekan jalan lahir tidak besar dan takperlu adanya proses penjahitan.
agar robekan vagina tidak besar saat melahirkan dan tidak perlu dijahit :
  1. Ibu hamil supaya berbaring dengan posisi yang nyaman.
  2. Ibu hami supaya membuka kedua paha dengan lebar tujuannya agar bayi lahir dengan mudah.
  3. Ibu hamil supaya memfokuskan pandangan pada satu titik.
  4. Ibu hamil supaya mengedan pada saat kontraksi keadaan kuat.
  5. Ibu hamil supaya mengatur nafasnya, dengan cara: saat kontraksi menarik nafas panjang-panjang tujuannya pada saat kontraksi hilang, ibu hamil bisa dengan mudah mengumpulkan tenaga kembali.
  6. Ibu hamil supaya mengatur nafas dengan baik sebelum mengedan dan tidak perlu tergopoh-gopoh.
    Mengatur Nafas Saat Melahirkan
    Mengatur Nafas Saat Melahirkan
  7. Ibu hamil supaya mengedan seakan-akan hendak buang air besar yang keras atau sulit agar tidak terjadi kesalahan saat mengedan.
  8. Ibu hamil supaya mengedan dengan baik, bisa dirasakan di bagian perut dengan kepala bayi akan maju dengan sendirinya.
  9. Ibu hamil tidak boleh mengedan pada bagian leher, hal ini merugikan, pasalnya tenaga akan terbuang secara sia-sia,
  10. Ibu hamil jangan pernah mengangkat bokong atau pantat saat akan mengedan, karena bila bokong terangkat bisa mengakibatkan terjadi robekan besar bisa sampai ke anus. 
  11. Apabila ibu hamil merasa lemas, segeralah minum supaya tenaga bisa terkumpul kembali.
Demikianlah rangkaian tips Mengatur Nafas Saat Melahirkan ditambah dengan tips lainnya yang juga penting untuk diperhatikan oleh para bumil.